Abstrak
Munculnya pembaharuan pemikiran Islam di India dan di Indonesia tidak lepas dari 4 orang tokoh yang fenomenal dan berpengaruh dalam implementasinya di masing-masing negaranya, mereka yaitu Sayyid Ahmad Khan dan Muhammad Iqbal dari India. Harun Nasution dan Nurcholis Madjid dari Indonesia.
Dari tokoh tersebut tentunya membawa paham dan pemikiran yang berbeda-beda. dalam pemikirannya Sayyid Ahmade Khan Ia sangat percaya kepada Al-Qur'an sebagai pemegang otoritas kebenaran mutlak sedangkan Hadist berada pada urutan kedua bahkan Ia menolak Hadist-hadist yang berisi mayoritas sosial Islam dalam masyarakat Islam abad pertengahan dan kedua dan menolak hukum fiqih yang berisi tentang pengembangan moralitas di masyarakat berikutnya sampai zaman empat mazhab
sedangkan Muhammad Iqbal dalam pandangan keagamaannya, Ia membangunkan umat Islam yang menurutnya sedang terlelap dalam tidurnya dan menyerukan kepada mereka agar bersikap dan mengabil paham kebebasan. menurutnya hidup itu bukan untuk dikontemplasikan, namun harus dijalani dengan penuh semangat.
Adapun metode yang digunakan pada karya Ilmiah ini ialah metode informatif dan untuk mendapatkan informasi dan penegtahuan yang falid saya merujuk pada sebuah makalah yang dikarang oleh H. Aip Aly Arfan, MA.
Disini Harun Nasution, sebagaimana para pemikir modern yang lainnya nenekankan pentingnya akal dalam memahami Islam. akal baginya merupakan lambang kekuatan manusia dibandingkan dengan makhluk lainnya sehingga harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Namun, keinginan mengganti teologi Asy'ariah dengan teologi Mu'tazilah bagi Harun bukan berarti mengedepankan akal dari wahyu sebagaimana disalahpahami sebagian orangkarena Mu'tazilah menggunakan ayat-ayat suci Al-Qur'an dan hadist dalam mempertahankan pendapat mereka.
Menurut nurcholish Madjid pembaharuan pemikiran Islam ini dimulai dengan dua tindakan yang antara satu dengan yang lainnya erat hubungannya, yaitu membebaskan umat dari nilai-nilai tradisional dan mencari nilai-nilai yang berorientasi kamasa depan. Nostalgia atau orientasi dan kehidupan masa lampau yang berlebihan harus digantikan dengan pandangan ke masa depan. Untuk itu diperlukan proses yang disebut dengan liberalisasi dengan menerapkan sekulerisasi, kebebasan berpikir.
Dari hasil kesimpulan abstrak yang saya tulis tenyata pemikiran modern dalam Islam ini Islam bukan hanya agama yang pasif, perlunya pola pikir dan akal sebagai penyambung dari permasalahan yang ada dan akal manjadi lambang kekuatan manusia dalam memahami arti Islam yang sesungguhnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar